Kenali Dampak Dari Kurangnya Konsumsi Air Putih

  • 3 min read
  • Jul 05, 2020
Kenali Dampak Dari Kurangnya Konsumsi Air Putih

Berapakah jumlah air putih yang Anda minum hari ini? Pertanyaan yang sederhana namun sulit untuk dijawab terlebih untuk beberapa orang yang masih belum sadar akan pentingnya mengkonsumsi air putih setiap hari. Beberapa penelitian menyatakan bahwa kebutuhan air setiap orang berbeda setiap harinya[1], tergantung pada berbagai faktor seperti kesehatan, usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, lingkungan, dan tempat tinggal. Ada yang memang banyak beraktivitas menggunakan fisik sehingga membutuhkan air lebih banyak setiap harinya, ada juga yang beraktivitas dalam ruang terlebih dibalik meja sehingga kebutuhan air untuk tubuhnya hanyalah standar. Namun berapakah normalnya tubuh mengkonsumsi air setiap harinya?

HelloSehat.com[2] menyatakan pada dasarnya, manusia sekurang-kurangnya membutuhkan 2 liter air putih setiap hari, atau 8 gelas setiap harinya. Namun bukan berarti Anda mengabaikan air putih setelah mencapai 2 liter atau 8 gelas dalam satu hari. Mulailah disiplin untuk mengkonsumsi air putih terlebih saat Anda haus. Haus sendiri merupakan isyarat tubuh membutuhkan air terutama air putih. Karena dengan mengkonsumsinya, banyak manfaat air putih yang akan didapatkan.

Namun pada era saat ini, semakin banyak produk-produk baru khususnya minuman yang menggugah selera sehingga diminati oleh banyak orang khususnya kaum milenial. Sebut saja seperti Es Kopi Susu dengan gula aren yang sudah banyak brand menjajakannya. Atau juga Thai Tea, Boba, dan lainnya. Sehingga konsumsi air putih setiap harinya semakin sedikit karena merasa sudah memenuhi kebutuhan tubuh akan air dengan mengkonsumsi minuman-minuman tersebut.

Banyak dampak buruk dari kurangnya mengkonsumsi air putih, dan berikut beberapa dampak yang dapat muncul karena kurangnya mengkonsumsi air putih :

  • Diabetes

Minuman-minuman saat ini yang banyak digandrungi oleh khalayak, biasanya yang memiliki rasa manis seperti Boba, Es Kepal Milo, dan lain-lain. Namun tahukah Anda bahwa sebagian besar dari tiap minuman tersebut berbahan dasar gula? Gula memang dibutuhkan oleh tubuh, namun setidaknya seseorang mengkonsumsi gula untuk tubuh hanya sekitar 50 gram saja, atau sekitar 5-9 sendok teh[3]. Sedangkan minuman-minuman yang banyak digandrungi tersebut, memiliki jauh lebih banyak kadar gula dalam setiap gelasnya. Sehingga akan meningkatkan risiko diabetes bagi yang mengkonsumsi secara berlebihan dan kurang mengkonsumsi air putih setiap harinya.

  • Migrain

Sebagian besar kasus, migrain muncul karena masalah dehidrasi. Saat tubuh tidak mengkonsumsi cukup air, pembuluh darah akan membesar sehingga menyebabkan sakit kepala yang hebat. Jadi, jangan berpikir Anda tidak berada ditempat dengan suhu tinggi membuat Anda tidak akan merasakan migrain. Pastikan Anda mengkonsumsi cukup air putih setiap hari untuk menyeimbangkan kebutuhan tubuh Anda sehingga menurunkan risiko Anda mengalami migrain.

  • Rasa Kantuk Berlebihan

Apa yang biasanya orang-orang katakan kepada seseorang yang sangat mudah tidur dimanapun, dan kapanpun? Kebanyakan akan menyarankan untuk periksa darah untuk mencegah penyakit diabetes. Ya, salah satu efek seseorang menuju dan terkena penyakit diabetes adalah membuat seseorang akan lebih mudah mengantuk sehingga orang tersebut dapat tidur di tempat atau waktu yang tidak tepat. Atau selain diabetes, orang bisa mengalami rasa kantuk berlebih karena dehidrasi kekurangan mengkonsumsi air putih.

  • Sulit Berkonsentrasi

Apa kalimat yang sering Anda gunakan untuk seseorang yang sering kehilangan konsentrasinya? Mayoritas akan menjawab “Kurang minum air putih”.

Ya, kurang air putih dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang konsentrasi sehingga dapat melewatkan banyak hal termasuk hal penting. Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 dengan melibatkan perempuan muda[3], mereka yang mengalami dehidrasi ringan jauh lebih sulit untuk berkonsentrasi pada tugas sederhana. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa kekurangan air atau dehidrasi juga menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi.

  • Gangguan Ginjal

Dampak terakhir sekaligus fatal adalah gangguan pada ginjal. Gangguan ginjal sendiri ialah hasil dari proses panjang kurangnya konsumsi air setiap harinya. Dimana gangguan ginjal merupakan salah satu penyakit yang dapat mempengaruhi seluruh kerja tubuh dan juga yang harus ditangani dengan biaya mahal.

Untuk air putih berkualitas selalu pilihlah AQUA, karena kesegarannya tetap terjaga, setiap tetes kemurniannya melalui lebih dari 400 cek kualitas, dan dikemas langsung dari sumbernya.

Sumber mata air pegunungan pilihan tersebut telah diteliti oleh para ahli geologi dan geohidrologi serta ahli dari universitas-universitas ternama di Indonesia seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan juga Universitas Paris 6[5].

AQUA juga terpercaya lebih dari 45 tahun menghadirkan kesehatan dari tiap tetes air mineral gunung vulkanis. Selain segar, beragam kandungan baik seperti magnesium, kalsium, zinc, silica, dan zat lainnya mampu menyehatkan organ tubuh. Mineral yang terkandung di dalam AQUA juga merupakan mineral yang terlindungi, karena AQUA melindungi ekosistem di sekitar sumber air dan sumber air itu sendiri.

Referensi:

  • https://lifestyle.okezone.com/read/2018/09/06/481/1947170/kebutuhan-minum-air-setiap-orang-beda-berapa-idealnya
  • https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/butuh-minum-air-putih-8-gelas-per-hari/
  • https://www.merdeka.com/sehat/seberapa-banyak-gula-yang-sebaiknya-kamu-konsumsi-dalam-sehari.html
  • https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4478669/4-dampak-kurang-minum-air-putih-salah-satunya-merusak-ginjal
  • https://aqua.co.id/pengelolaan-sumber-daya-air-aqua