Sakit pinggang adalah kondisi yang sering dialami orang sebagian orang. Sakit pinggang dapat menyerang siapa saja baik pria ataupun wanita, dewasa atau lansia. Nyeri pada pinggang bisa terjadi secara-menerus atau hilang timbul bervariasi tergantung penyebabnya. Beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya sakit pinggang antara lain: kecelakaan, mengangkat beban berat, usia, jarang bergerak, olahraga berlebihan atau gejala penyakit tertentu. Sakit pinggang yang tak tertahankan membuat kita membutuhkan obat sakit pinggan agar tidak mengganggu aktifitas sehari-hari.

Sakit pinggang dapat terjadi dibagian tertentu atau menyeluruh. Sakit pinggang pada umumnya terjadi secara mendadak dan cepat hilang atau biasa disebut sakit pinggang akut. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak meninggalkan bekas luka. Sedangkan sakit pinggang yang terjadi lebih dari 12 minggu tergolong dalam sakit pinggang kronis, nyeri akan tetap terasa mesti penyebab nyeri sudah diatasi.

Jika Anda mengalami nyeri pada pinggang yang tergolong akut beberapa cara dibawah ini dapat mengurangi nyeri.

  • Kompres

Anda dapat memberikan kompres dingin atau hangat pada daerah yang terasa nyeri.

  • Penghilang rasa sakit topikal

Seperti namanya yaitu dengan menggunakan koyo, balsem, atau krim pereda rasa nyeri.

  • Latihan peregangan

Peregangan otot dapat Anda lakukan guna mempertahankan kekuatan otot, latihan ini dapat Anda lakukan jika nyeri sudah sedikit berkurang.

  • Terapi fisik

Seperti latihan mobilitas dan gerakan postur yang benar, Anda dapat berkonsultasi dengan fisioterapis atau ahli rehabilitasi medis.

  • Yoga

Bisa menjadi salah satu pilihan dalam peregangan dan memperkuat otot Anda.

Jika nyeri yang Anda tergolong kronis segera konsultasikan dengan dokter guna mendapat resep obat. Beberapa jenis obat yang bisa digunakan seperti:

  • Obat Anti nyeri

Obat-obat anti peradangan seperti asam mefenamat, ibuprofen dan paracetamol bisa menjadi pilihan, jika nyeri masih belum berkurang Anda bisa mengkonsumsi obat nyeri dengan dosis yang lebih tinggi seperti meloxicam atau diclofenac dengan resep dokter. Obat ini dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, diare, perdarahan, gangguan pada jantung, ginjal atau masalah pencernaan lainnya.

  • Anti depresan

Obat anti depresan juga bisa digunakan untuk mengurangi nyeri pada sakit pinggang akan tetapi obat ini memerlukan resep dokter dan hanya digunakan untuk obat jangka pendek. Efek samping yang mungkin muncul seperti mengantuk, perubahan mood, sembelit, dan pusing.

  • Anti kejang

Beberapa pilihan obat seperti gabapentin, pregabalin, dan asam valproate. Akan tetapi penggunaan obat anti kejang untuk mengatasi nyeri pinggang masih dalam pengkajian lebih lanjut. Efek samping dari penggunaan obat ini seperti pusing, sakit kepala, mengantuk, ruam kulit, penurunan berat badan dan gangguan pencernaan.

  • Obat relaksan otot

Obat ini bekerja dengan cara merelaksasikan otot-otot pinggang yang mengalami penegangan. Relaksan otot biasanya juga diberikan bersamaan dengan obat pereda nyeri. Efek samping yang mungkin timbul seperti pusing, mengantuk, dan gangguan pencernaan.

  • Opioid

Obat pereda nyeri ini memiliki dosis yang tinggi yang biasanya diberikan bila nyeri sangat parah. dalam penggunaannya memerlukan pemantauan dokter. Efek samping yang ditimbulkan yakni dapat mempengaruhi pernafasan dan detak jantung.

Terhindar dari sakit pinggang adalah keinginan semua orang, jika Anda ingin terbebas dari nyeri sakit pinggang pastikan hal-hal yang dapat memicu timbulnya sakit pada pinggang. Jika nyeri menyerang gunakan cara yang sedikit menimbulkan efek samping, jika Anda ingin efek cepat konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan obat sakit pinggang.