Bahan Cup Plastik yang Ramah Lingkungan

  • 2 min read
  • Feb 27, 2020
Cup Plastik

Prilaku konsumtif dan salah satunya industri online yang sedang booming juga membuat kondisi ini makin parah, kepedulian produsen agar produknya sampai dengan sempurna ke tangan customer kerap berujung ke over packaging, produk dikemas berlapis-lapis agar tidak tumpah atau tidak pecah yang akhirnya menyisakan banyak sekali sampah, belum lagi peralatan makan sekali pakai yang selalu diberikan sebagai bagian dari pelayanan ketika order makanan secara online, diakui atau tidak cup plastik memang sangat berguna di dalam kehidupan manusia, selain ringan dan mudah dibentuk atau dicetak, plastik juga sangat ekonomis, itulah mengapa plastik dapat ditemui dimana saja dalam berbagai bentuk mulai dari tempat minum, kotak makanan, hingga kemeja polyester yang kita pakai, lama kelamaan menjadi musuh dunia penggunaan plastik dan lambatnya kesadaran masyarakat.

Plastik menjadi salah satu benda yang menjadi penyumbang pencemaran lingkungan, plastik dapat mencemari tanah, air bahkan udara, diair plastik hanyut di lautan dan bisa mencemari biota laut, meski sudah tahu jika plastik mencemari lingkungan, pemakaian plastik juga tetap tinggi, sayangnya pemakai plastik tersebut banyak yang acuh dan tidak bertanggungjawab, misalnya di Indonesia sering ditemui sampah plastik berceceran bahkan dibuang di saluran air, negara kita menjadi negara terbesar ke-2 di dunia yang membuang sampah plastik ke lautan, konsumsi plastik di Indonesia per kapita sudah mencapai 17 kilogram per tahun dengan pertumbuhan konsumsi mencapai 6-7 persen per tahun, melihat masalah ini, pemerintah perlu melakukan kebijakan tentang penggunaan plastik.

Beberapa daerah telah memiliki kebijakan penggunaan kantong plasti, misalnya masyarakat dilarang menggunakan kantong plastik saat berbelanja, namun pertanyaan besarnya, apakah ada solusi lain tentang alternatif selain plastic.

Berikut ini adalah bahan cup plastik yang ramah lingkungan:

  1. Cup plastik berbahan singkong

Tjiptadjaja dan Tandio berambisi mengembangkan cup plastik yang ramah lingkungan, salah satu produk yang berhasil diciptakan adalah ecoplas yang dibuat dari singkong bisa diproduksi di berbagai negara tropis, dilihat dari tampilannya, ecoplas sekilas mirip seperti kantung plastik biasa, bedanya ecoplas menyebut singkong sebagai bahan dasar utama, hal itu mengakibatkan harga ecoplas yang lebih mahal dan membuat konsumen enggan meliriknya.

  1. Cup plastik berbahan rumput laut

Para peneliti dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2B-KP) berhasil mengembangkan kemasan ramah lingkungan berbahan rumput laut, para peneliti tersebut menggunakan ekstrak rumput laut berupa karaginan dan tapioka untuk kemasan bumbu mie instan, cup kemasan plastik bumbu mie instan berbahan rumput laut  lembaran  tidak terlihat yang bisa dimakan (edible), karena sifatnya yang bisa dimakan.

  1. Cup plastik berbahan bonggol jagung

Dengan mencampur bonggol jagung dengan air murni atau aquades, setelah tercampur kemudian direbus hingga larut dan tercampur secara rata, selanjutnya larutan itu dicampur dengan giretin dan gliserol, kemudian dipanaskan kembali, sesudah warna sudah tercampur merata, baru kemudian dicetak sesuai keinginan, mereka menggunakan loyang alumunium yang sudah dialasi alumunium foil sebagai cetakan, plastik berbahan jonggol  siap digunakan setelah dipanaskan selama tiga hinga empat hari.

  1. Cup plastik berbahan kulit jagung

Tidak hanya bonggol jagung, bagian jagung lain yang bisa dijadikan sebagai plastik adalah kulitnya, mohamad faisol memanfaatkan kulit jagung sebagai bahan baku pembuatan gelas dan botol, menurutnya banyak bahan alami yang bisa dipakai tetapi kulit jagung menjadi bahan yang ekonomis dan banyak ditemukan, kualitas gelas dan botol berbahan kulit jagung pun tidak kalah bagusnya dibandingkan gelas plastik, gelas berbahan jagung tersebut selain anti bocor, juga memiliki tampilan yang baik, kendali yang dihadapi Faisol adalah masa pembuatan gelas yang memakan waktu selama tiga minggu.

Sekian informasi tentang bahan cup plastik yang ramah lingkungan semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya.