Seiring berjalannya waktu, Mitsubishi senantiasa menyempurnakan SUV andalan mereka, Pajero. Namun dari segi tampilan dan gaya, sebagian besar sama sejak 2006. Tak ada ubahan drastis sejak generasi keempat dikenalkan. Sebetulnya ada cara yang cukup efisien. Memanfaatkan aliansi Renault-Nissan, untuk membangun model pengganti bersama.

Pabrikan berlambang tiga berlian ini masih merencanakan generasi baru Pajero. Untuk diketahui, Pajero yang kami maksud adalah model SUV top of the line Mitsubishi. Kendaraan ini diadaptasi ketangguhannya oleh Pajero Sport, sebagai versi kompaknya. Namun dengan catatan, tak mau berkomitmen untuk mengembangkannya, sampai dapat dipastikan bisa menguntungkan dari skala bisnis.

Kalau kita tengok kondisi faktual, aturan emisi gas buang dan fitur keselamatan makin ketat. Berarti pergerakan Pajero yang ada sekarang, makin terhimpit situasi. Mitsubishi terlihat berjuang keras, untuk menyeimbangkan ongkos dan penjualan. Pasalnya, hardcore off-roader ini cuma punya pasar terbatas.

Trevor Mann, Chief Operating Officer Mitsubishi mengatakan, perusahaan ‘memiliki semangat’ untuk melahirkan Pajero baru. Namun dengan kondisi pasar sekarang, perusahaan lagi-lagi masih putar otak. Belum ada kepastian yang jelas dalam membangun generasi lanjutan.

keinginannya untuk menghasilkan produk, meski banyak pertimbangan. Kembali lagi pada soal aliansi. Renault-Nissan-Mitsubishi mulai menerapkan platform bersama di seluruh mereknya. Dan ini sangat membantu untuk menekan biaya pengembangan. Jika pasarnya luas, sangatlah mudah membuat platform bersama. Toh daya serap pasar bisa menghasilkan. Nah, yang jadi tantangan ialah pasarnya yang mengecil. Apalagi ongkos produksi Pajero tidaklah murah.

Ditambah, Renault atau Nissan saat ini tidak membuat kendaraan off-road yang sebanding dengan Mitsubishi Pajero. Ada yang sedikit mirip, tapi lebih besar. Contohnya Nissan, memiliki produk yang dijual yakni Patrol. Generasi keenam Patrol ada sejak 2010. Jadi mereka bisa memanfaatkan dan menimbang platform Patrol sebagai penggantinya.

Urusan jantung mekanis juga bisa saling berbagi. Mesin bensin berkode VK56VD 5,6 liter V8, tergolong kuat di kelasnya. Nissan juga mengklaim efisiensi bahan bakarnya bagus. Mesin sanggup mengeluarkan tenaga 298 kW atau 400 Hp dan torsi melimpah 560 Nm. Jadi, bisakah keduanya berbagi pondasi untuk menjaga biaya produksi serendah mungkin? Itu masuk akal dari sudut pandang finansial.

Beredarnya All New Mitsubishi Pajero Sport di Tahun 2019
Namun semua pemikiran itu terbantah saat All New Mitsubishi Pajero Sport mereka luncurkan di Tahun 2019 ini.

All New Mitsubishi Pajero Sport merupakan generasi terbaru dari SUV legendaris dari Mitsubishi Pajero Sport. Ketika mendengar nama Pajero Sport, dalam benak anda pasti terbayang akan sosok mobil SUV yang powerful berbalut tampilan mewah khas Mitsubishi. Generasi baru Mitsubishi Pajero Sport ini tetap mengusung konsep desain mewah nan elegan dengan sentuhan baru yang membuatnya lebih sporty.

Mitsubishi sendiri tetap mengusung teknologi mesin yang menjamin performa tangguh dan bertenaga. Apabila New Triton dihadirkan untuk mengimbangi dominasi Nissan Navara dan Ford Ranger di segmen pikap multifungsi, maka All New Mitsubishi Pajero Sport ini hadir untuk menantang saingan utama Mitsubishi di kelas SUV, yakni Toyota Fortuner.

Sama seperti generasi sebelumnya, New Mitsubishi Pajero Sport tetap menyasar konsumen kalangan atas yang menyukai mobil berukuran besar dengan performa mesin aduhai. Di segmen mobil SUV ini sendiri, nama Pajero Sport ini memang sudah melegenda.

Harga Pajero Sport ini Sendiri dibandrol dengan harga mulai dari RP. 460 Juta Rupiah.