Apakah Boleh Berkumur Ketika Berwudhu Saat Berpuasa?

  • 2 min read
  • Apr 30, 2021
Apakah Boleh Berkumur Ketika Berwudhu Saat Berpuasa?

Saat seseorang berpuasa di bulan Ramadan, maka timbul berbagai macam pertanyaan yang bagi beberapa orang masih bingung. Misal saja salah satunya bagaimana tata cara wudhu saat berpuasa yang tepat. Apakah tetap bisa berkumur serta memasukkan air wudhu ke hidung atau tidak boleh? Wudhu ini pada dasarnya dilakukan untuk segi kepentingan berbeda-beda. Melakukan wudhu bisa memiliki sifat wajib jika hendak salat. Pada sisi lainnya, wudhu bisa bersifat sunah kalau dilakukan saat beranjak tidur, bepergian, berhubungan badan, tadarus dan kegiatan lainnya.

Rukun Wudhu Sesuai Mazhab Syafi’I

Sesuai dengan mazhab Syafi’I, maka ada 6 macam rukun wudu, Berikut ini akan dibahas enam rukun wudhu tersebut.

  1. Rukun yang pertama yaitu berniat wudhu, saat membaca niat berwudhu ini, maka dilangsungkan saat pertama anggota tubuh bersentuhan dengan air, yaitu saat membasuh muka.
  2. Lalu yang kedua, basuh muka lebih tepatnya seluruh bagian wajah, dimulai dari antara telinga-telinga memanjang menuju area tumbuhnya rambut sampai bawah dagu.
  3. Ketiga, basuh dua tangan hingga kedua siku. Semua area kulit tangan meliputi ujung kuku, kedua siku, dan sela-sela jari perlu dibasuh.
  4. Keempat, usap sebagian daerah Pada tahap ini, maka tidak perlu usap seluruh bagian kepala. Meski jika dilakukan tidak masalah juga. Cukup menempelkan telapak tangan kamu yang basah dengan air ke bagian atas kepala juga diperbolehkan.
  5. Kelima, basuh kedua kaki hingga mata kaki. Ketika membasuh kaki, harus termasuk bagian sela-sela jari, dan seluruh bagian di atas kaki.
  6. Keenam, lakukan sesuai urutan dari langkah yang pertama hingga yang kelima. Apabila tak sesuai urutan, maka wudhu tidak akan dianggap sah.

Di samping enam rukun wudhu di atas, ada beberapa juga kesunahan saat melakukan wudu. Yaitu seperti berkumur serta istinsyaq yaitu memasukan air wudhu ke bagian dalam hidung. Tetapi, ketika berpuasa, maka seorang muslim perlu memperhatikan kedua poin sunnah wudhu tersebut.

Berkumur yang Merupakan Sunnah Wudhu

Berkumur meski dilakukan sungguh-sungguh merupakan kesunahan wudhu. Namun, saat melangsungkan ibadah berpuasa, berkumur tidak disunahkan. Imam Nawawi menyebutkan, kalau berkumur bersungguh-sungguh artinya yaitu mengambil air yang berasal dari tangan dan menggunakannya. Lalu kedua bibir memutar-mutar air yang ada di mulut lantas memuntahkan air tersebut. Zakariya al-Anshari menyatakan mereka yang berpuasa tidak disunahkan bersungguh-sungguh berkumur karena ada kemungkinan membatalkan puasanya.

Selain berkumur, melakukan istinsyaq juga sama merupakan kesunahan berwudu. Tetapi ketika berpuasa, maka istinsyaq sebaiknya tidak kita lakukan. Hal ini dipilih supaya tidak ada sama sekali air masuk ke tubuh lewat hidung tersebut. Kalau air masuk, maka bisa berakibat kepada kondisi batalnya puasa. Dalam H.R Abu-Dawud 142 juga diriwayatkan Rasulullah bersabda ‚ÄúSempurnakan wudhu, bersungguh-sungguh ketika istisyaq, kecuali ketika sedang puasa”. itulah beberapa panduan atau pegangan yang bisa kamu pahami supaya tidak salah paham seputar berwudhu saat berpuasa di bulan Ramadan.

Dengan tata cara wudhu yang tepat ketika berpuasa, maka ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadan bisa lebih sempurna. Selain itu, pahami juga seputar hal-hal lain mengenai ibadah di bulan suci Ramadan. Sudah sepatutnya umat Muslim untuk memperbanyak ibadah sebaik mungkin. Karena bulan Ramadan merupakan saatnya memperbanyak ibadan dengan dilipat gandakannya pahala. Pengampunan juga ada saat bulan Ramadan, jadi sempatkan berdoa dan bertaubat ketika bulan suci yaitu bulan Ramadan ini.