Mengenal Tokoh NTB Berlevel Nasional, Zainul Majdi: Bagian Kelima

OLEH: YAMINUDDIN Dalam perspektif politik pemerintahan dan demokratisasi posisi Gubernur pemilik kekuasaan negara tertinggi di wilayah Provinsi bersangkutan. Namun, sekalipun pemegang kekuasaan tertinggi, harus mampu membangun hubungan eksekutif dan legislatif...

Mengenal Tokoh NTB Berlevel Nasional, Zainul Majdi: Bagian Keempat

OLEH: YAMINUDDIN Fakir Miskin Rakyat NTB telah menjadi salah satu persoalan pokok pembangunan bagi Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA. Dalam memecahkan persoalan pokok ini, Tuan Guru Bajang...

Mengenal Tokoh NTB Berlevel Nasional, Zainul Majdi: Bagian Ketiga

OLEH: YAMINUDDIN Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA. memberikan perhatian besar terhadap strata sosial bawah, termasuk Komunitas Adat Terpencil (KAT). Keberpihakan Gubernur NTB ini terhadap strata sosial bawah...

Mengenal Tokoh NTB Berlevel Nasional, Zainul Majdi: Bagian Kedua

OLEH: YAMINUDDIN Sebagai Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA. harus bertanggungjawab urusan pemerintahan dan rakyat NTB. Salah satu urusan dimaksud adalah urusan sosial perekonomian, terutama pengentasan kemiskinan. Apa...

Mengenal Lebih Dekat Felix Siauw

TELEGRAM - Nama aslinya Siauw Chen Kwok. Itu pemberian orang tuanya. Wajahnya tampak sumringah. Enteng senyum. Bersih dan memang enak dipandang. Meski dari kelurga kaya, tapi tetap sederhana. Apa...

CongQ Rilis Komunitas ‘Sahabat Boy Rafli’ Secara Nasional

PADANG, TELEGRAM – Tersentuh melihat ketokohan dan kinerja dari Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H., CongQ terinspirasi untuk merangkul para simpatisan Boy Rafli dalam satu komunitas yang dinamai...

Rezki Saputra: Menetak Perjuangan, Menyelesaikan Kuliah dan Menggerakkan Komunitas

Telegram - Di sebuah ruang terbuka terlihat kesibukan beberapa kelompok anak muda. Pada hari yang cerah itu, mereka saling bantu membantu menyelesaikan pendirian tenda dan juga posko untuk menjadi...

Era Soekarno dan Soeharto, Kas Negara Jalan, Era Jokowi: Negara Berjalan dari Kas Swasta

Jakarta, Telegram - Jika ditanya apa perbedaan mencolok antara tiga rezim, rezim Orde Lama, Orde Baru dan Orde Jokowi, maka jawabannya terletak pada soal pengelolaan keuangan negara. Jika rezim Orde...

Figur Arcandra Tahar. Ilmuwan Ini Ternyata Sempat Jadi Guru Ngaji di Amerika

Telegram - Sosok satu ini memang unik. Tak banyak yang tahu soal dirinya sebelum tiba paruh tahun 2016 ini. Sebelumnya, media massa dalam negeri juga tak banyak yang mencantumkan...
Semasa kuliah pernah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi utama (I) IKIP Jakarta tahun 1995 dan memperoleh penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pada tahun yang sama terpilih sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa IKIP Jakarta (kini UNJ). Tahun 1995-1996 aktif membidani lahirnya FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta) hingga terpilih sebagai Presidium FKSMJ tahun 1996, sebuah organisasi yang menjadi salah satu motor penting gerakan mahasiswa 1998. Selain itu, aktif juga di Lembaga Dakwah Kampus sejak 1993. Tahun 1995 pernah diciduk mabes POLRI saat menjadi pimpinan simpul gerakan demonstrasi menuntut Harmoko diadili dan Golkar dibubarkan di depan gedung Kejaksaan Agung. Pada 26 Desember 1997, ia memimpin demonstrasi menolak pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden RI. Pada 6 Maret 1998, ia pernah mengingatkan B.J.Habibie melalui tabloid Xpose bahwa jika Habibie mau menjadi Wakil Presiden maka ia akan menjadi tumbal karena Soeharto akan jatuh sebagai Presiden, dan pada gilirannya Habibie yang akan menggantikan Soeharto juga akan jatuh karena kondisi bangsa yang rusaknya terlalu sistemik [1]. Di organisasi mahasiswa ekstra kampus, pernah aktif di HMI MPO sebagai Ketua Umum HMI MPO Cabang Jakarta tahun 1997-1998 dan Ketua Umum HMI MPO badan koordinasi (Badko) Jawa bagian barat tahun 1998-1999. Sehari sebelum pendudukan gedung DPR/MPR, ia memimpin rapat strategi gerakan reformasi (Ubedilah menyebutnya gerakan reformasi total untuk menggantikan istilah revolusi) bersama para aktivis FKSMJ dan FKMIJ hingga keputusan pendudukan gedung DPR/MPR itu final. Kemudian, bersama kelompok gerakan mahasiswa lainnya (FKSMJ dan FORKOT), di pagi buta pada tanggal 18 Mei 1998 ia memimpin ratusan massa HMI MPO demontrasi menduduki gedung DPR/MPR hingga jatuhnya Soeharto pada 21 Mei 1998. Pada tahun 1999 masih aktif memimpin demonstrasi menolak Pemilu 1999, melakukan aksi bubarkan Golkar, dan mengusung dibentuknya Dewan Presidium Nasional (DPN). Sebuah lembaga transisional yang bertugas memimpin pemerintahan transisi, mengadili Soeharto beserta kroninya, dan mengadakan pemilu untuk memilih pemerintahan definitif. Gagasan yang muncul pasca jatuhnya Soeharto ini telah memiliki kemenangan moral bahwa mengubah Indonesia memang harus total tidak setengah-setengah, namun gagasan ini kini tertelan waktu seiring terjadinya perubahan politik hasil Pemilu 2004.

Ubedilah Badrun Terpilih Sebagai Ketua Forkom PSPSA se-Indonesia

Jakarta, Telegram - Ubedilah Badrun, peneliti, pengamat dan pengajar sosiologi politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia (Forkom PSPSA)...

Cuaca

Jakarta
haze
29.3 ° C
30 °
28 °
61%
2.1kmh
20%
Tue
28 °
Wed
29 °
Thu
28 °
Fri
31 °
Sat
30 °

Telegram ID

2,474FansLike
7FollowersFollow
1,939FollowersFollow
11SubscribersSubscribe