DPR Setuju Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Sekolah

76

JAKARTA, TELEGRAM – Gagasan memasukkan mitigasi kebencanaan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) direspons positif DPR.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati menyambut baik ide mitigasi kebencanaan masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Ide ini, kata Reni, kontekstual dengan kebutuhan di Indonesia.

“Posisi Indonesia yang terletak di jalur patahan gempa, memiliki lingkaran gunung berapi (Ring of Fire), serta struktur geografi yang rawan bencana, gagasan memasukkan kurikulum pendidikan berbasis mitigasi kebencanaan sangat relevan,” ujar Reni di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Menurut Wakil Ketua Umum DPP PPP ini, gagasan ini bukan berarti membuat mata pelajaran baru, namun cukup memasukkan soal kebencanaan dengan mata pelajaran yang sudah ada. Ia menyebutkan mata pelajaran geografi dapat diisi dengan konten bervisi mitigasi kebencanaan. “Nilai lebih memasukan mitigasi kebencanaan dalam mata pelajaran, akan muncul pemahaman yang komprehensif sejak dini dan menjadikan warga yang tanggap atas kebencanaan. Ini jauh lebih efektif ketimbang simulasi yang kerap dilakukan selama ini,” tambah Reni.

Lebih lanjut Reni menambahkan konten kurikulum kebencanaan dapat dipetakan sesuai dengan potensi kebencanaan di masing-masing daerah. Pola ini, sambung Reni, akan lebih efektif dan tepat sasaran. “Prosentasi konten kurikulum bervisi kebencanaan disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap daerah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat menggandeng BNPB, Pemda dan stakeholder untuk merumuskan kurikulum ini,” tandas Reni.

Dia berharap kurikulum berkonten kebencanaan ini dapat diterapkan dalam ajaran baru 2019/2020. Oleh karenanya, pihaknya berharap pemerintah dapat bergerak cepat untuk merealisasikan ide tersebut. “Prinsipnya lebih cepat lebih baik,” harap perempuan berhijab ini.[ham]