Pemerintah Thailand Ingin CSO Terlibat Sebagai Perantara dengan Gerakan BRN

171

TELEGRAM – Selama tiga tahun terakhir ini dari pelantikan Abdul Rahim Noor sebagai fasilitator baru, sebelumnya Ahmed Zamzamin Hashim adalah orang yang telah bertindak sebagai fasilitator Malaysia mengoordinasi Thailand dengan Gerakan Barisan Revolusi Nasional Patani (BRN). Namun BRN tetap menolak untuk bergabung dengan meja perundingan dengan kelompok MARA Patani.

Demikian Pemerintah Thailand menganggap bahwa Zamzamin belum menuntaskan kerja sebagai mendapatkan keinginan mereka, demikian seperti pernah ditunjukkan bahwa pertemuan antara negosiator utama Thailand, Jenderal Aksara Kerdpol, bisa bertemu dengan tokoh kunci BRN dalam dewan yang berkuasa, yaitu Doonloh Wae-mano (alias Abdullah Wan Mat Noor)

Zamzamin juga mengatakan kepada Bangkok bahwa para pemimpin BRN akan menyutujui isu Zona Keamanan (Savety Zone), proyek percontohan yang banyak dibicarakan seharusnya menjadi warisan dari panen junta Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO) saat ini.

Ironisnya, menurut salah satu sumber dari BRN bersikeras bahwa para pemimpin mereka tidak pernah menyetujui komitmen semacam itu, dan menyarankan bahwa pesan-pesan dari Zamzamin ke Bangkok mungkin telah miskomunikasi dalam menyampaikan pesannya.

Mengukir Rencana Yang Baru

Jenderal Udomchai Thammasarorat, yang menggantikan Aksara sebagai ketua perunding utama Thailand, telah membuang inisiatif Zona Keamanan bersama dengan komponen gencatan senjata yang menyertainya. Dia melihat upaya ini sebagai penyebab yang hilang dan sisa bagasi dari era Zamzamin-Aksara.

Kali ini, Udomchai ingin menekan BRN dengan menggunakan organisasi masyarakat sipil setempat (CSO). Dia ingin semua Organisasi Civil yang bekerja di Thailand Selatan bersatu di bawah satu platform berfungsi sebagai mediator antara pemerintah Thai dan Gerakan BRN.

Namun, tampaknya sangat sedikit peluang keberhasilan. Karena organisasi masyarakat sipil lokal masih memiliki perselisihan tentang proses perundingan damai. kendati, hampir setiap tokoh keamanan pemerintah Thailand yang bertugas di Thailand Selatan, baik sebagai komandan atau negosiator, percaya bahwa mereka memiliki sesuatu yang lebih baik daripada periode yang sebelumnya.

Ironisnya, Tidak ada satu pun dari rencana mereka yang pernah berhasil karena mereka tidak ingin melihat konflik dalam istilah generasional. Sebaliknya, tujuan Pemerintah Thailand hanya untuk mencapai perdamaian atau terobosan besar seolah-olah mereka merencanakan semacam landmark fisik atau proyek konstruksi.

Ide untuk menterlibatkan CSO untuk memainkan peran mediasi merupakan angan-angan belaka, seperti diungkapkan dari tokoh dari sumber BRN. “Ini adalah strategi jahat untuk mengadu domba penduduk lokal – dalam artinya, CSO harus melawan gerakan BRN.” Seperti dilansir benarnews

Namun menurut para gerilyawan pejuang BRN, menganggapkan sendiri dalam beberapa hal, lebih dekat dengan warga sipil Patani daripada CSO. Realitasnya, jaringan gerakan pembebasan jauh lebih luas daripada yang bisa dilakukan oleh CSO, Justeru BRN mereka memiliki sel di hampir setiap distrik di Thailand Selatan./red; Johan Lamidin

Sumber berita: Don Pathan, Malaysian Broker to Push BRN Rebels toward Southern Thai Peace Talks
https://www.benarnews.org/english/commentaries/far-south-view/Don-Pathan-12062018132001.html

photo: ist/afp