Revolusi 4.0, Hukum Dan Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Terima Kasih Guru.

222

Oleh: Yandrico Putra, Kadiv Penelitian dan Advokasi Kebijakan LBH Pendidikan

Berbicara mengenai dunia pendidikan memang tidak akan pernah habisnya karena belajar tak pernah mengenal umur. Pendidikan sebagai salah satu pondasi dalam membangun peradaban bangsa. Oleh karena itu, pendidikan semakin mendapat tempat yang penting dalam proses pembangunan generasi bangsa.

Pesatnya IPTEK mendorong kehadiran era baru yaitu Revolusi Industri 4.0 atau era Milenial dengan maraknya fasilitas gadget yang menyebabkan generasi anak muda menjadi lebih egois dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Hal ini menimbulkan kecemasan mengenai pembinaan karakter. Hal ini merupakan salah satu tanggung jawab besar pemerintah di sektor pendidikan pada saat ini, karena pendidikan merupakaan cerminan etika suatu bangsa.

Dalam UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen dan PP No. 74 Tahun 2008, guru tidak hanya mengajar, tapi guru adalah pendidik yang professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan formal baik di tingkat dasar maupun tingkat menengah. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan peran guru dalam kehidupan sehari-hari.

Guru berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional dalam hal berbangsa dan bernegara. Karena berprofesi sebagai pengajar tidak hanya melakukan transfer ilmu kepada anak didik, tapi juga kepada pembentukan karakter untuk generasi yang akan datang. Apalagi pada era teknologi ini banyak pengaruh globalisasi, sosial yang tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh para generasi milineal ini sehingga berdampak negatif dan mempengaruhi sikap masyarakat.

Menurut Prof Darji Darmodihar (Mantan Rektor Universitas Brawijaya) “Mendidik adalah menunjukan usaha yang lebih ditujukan kepada pengembangan budi pekerti, semangat, kecintaan, rasa kesusilaan, ketakwaan dan lain-lain”. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, ungkapan tersebut memang benar adanya di Negara kita, bukan perihal tentang tanda jasa seperti pangkat bintang satu, bintang dua, atau sampai bintang lima. Tapi begitu mudahnya bagi lingkungan melupakan peran guru yang telah membentuk karakter kepada sebuah generasi.

Akhir akhir ini banyak berita kita dengar tentang pelaporan guru kepada polisi, karena disebabkan memberi punishment kepada anak didiknya dalam dunia pendidkan. Oleh karena itu, dalam moment memperingati Hari Guru Nasional yang ke-73 tahun yang jatuh pada tanggal 25 November 2018, maka LBH pendidikan telah menyelenggarakan seminar publik pada tanggal 23 November 2018 untuk mengetahui komitmen para pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019 dalam melindungi dan mengangkat harkat dan martabat profesi guru di tanah air agar bisa menciptakan generasi yang berkarakter yang mampu menjawab tantangan di era digital ini.

Dalam moment refleksi “Hari Guru” ini mari kita ucapkan terima kasih kepada guru-guru di seluruh tanah air yang telah mendidik dan membentuk karakter atau etika kita layaknya manusia sosial. Dan harus selalu kita kawal dan koreksi program-program para stake holder nantinya dalam dunia pendidikan untuk menuju Indonesia emas tahun 2045.

Editor: Suparman