Kader HMI-MPO Aktif PP Pemuda Muhammadiyah, Mas Ahmad Fanani Sedang di Kriminalisasi Kekuasaan

660

Oleh: Suparman, Anggota Dewan Redaksi telegram.co.id

Mas Ahmad Fanani adalah pemuda pemalang Jawa Tengah, ia aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan PP Pemuda Muhammadiyah, disaat kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ia aktif HMI-MPO Cabang Yogyakarta. HMI-MPO (Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi) merupakan organisasi mahasiswa yang melawan kekuasaan otoriterisme, diktatorisme dan totaliterianisme terhadap rakyat, serta menyingkirkan lawan politiknya untuk melanggengkan kekuasaannya.

Isu yang berkembang di media massa, media sosial dan media online serta media elektronik yang berkaitan pemanggilan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia yang digelar Kemenpora RI, tahun 2017 silam.

Ketika membaca dalam berita media online mengenai kasus tersebut tertera nama Mas Ahmad Fanani. “Yang tandatangan ketua panitia (Ahmad Fanani), mengetahui Dahnil Anzar. LPJ-nya satu-satu karena masing-masing pihak mengajukan LPJ masing-masing. Makanya dari GP Anshor kemarin sudah terkonfirmasi dan sejauh ini memang klarifikasi itu kita masih agak benar,” yang dikutip dalam wartakota.tribunnews.com, 23 November 2018.

Berita itu menimbulkan anomali pada saya.  Sebab, Mas Ahmad Fanani tidak mungkin dan susah diterima akal sehat melakukan tindakan tersebut, karena ia adalah pegiat anti korupsi. Saya mengenal Mas Ahmad Fanani pada 2015 periode akhir PB HMI 2013-2015, sejak itu saya mengenal Mas Ahmad Fanani, sebelum beliau belum menikah, saya sering main dan menginap di kosnya untuk berdiskusi dan tempat meminjam buku. Mas Ahmad Fanani pernah mengatakan pada saya, “Korupsi melahirkan kemiskinan”.

Bagi saya, Mas Ahmad Fanani sedang di kriminalisasi kekuasaan yang tidak pro wong cilik melalui kebijakannya yang melenceng dari visi-misinya.

Mas Ahmad Fanani kita pernah di HMI MPO, dimana kita diajarkan untuk tidak tunduk kepada kekuasaan manusia, kecuali tunduk pada kekuasaan Allah SWT. Hal itu Mas Ahmad Fanani tuliskan di facebook, yang bunyinya dibawah ini:

Sahabat, sy terharu membaca statemen, dukungan, dan doa yg mengalir deras beberapa hari ini. Sampai hari ini sy sengaja menahan diri utk tak mengeluarkan pernyataan atau klarifikasi, kecuali menjawab mereka yg langsung japri, yg memang hrs dijawab. Itupun sekedarnya. Sy mengambil hikmah, Gusti Allah sedang memberikan sy instrumen filter utk melihat mana lawan, mana mitra politik, dan mana sahabat serta saudara sejati.

Sy terharu membaca pesan demi pesan, pernyataan demi pernyataan, dan video demi video dr segenap sahabat yg bukan saja berangkat dr kepedulian, tp jg sarat dg kepercayaan kpd kami yg begitu empatik. Terimakasih saudaraku. Terimakasih.

Sudah sedari lama kami diingatkan bbrp teman atas kemungkinan permainan spt ini. Meski kami tak menyangka ‘permainannya’ akan sekasar dan sekotor ini. Buat kami ini hanyalah konsekuensi dr jalan juang yg kami tempuh. Kesalahan kami adl karna kami memilih jalan ini. Karna kami memilih menyuarakan kritik atas ketidakadilan yg telanjang didepan mata. Karna kami memilih tak ikut dalam arus utama. Karna memilih tak menjual integritas kami berapapun harganya. Karna kami memilih tak tunduk, takluk pada kedzoliman.

Terkait kasus yg sedang berupaya keras dituduhkan pada kami ini, kita patut mengapresiasi kinerja Polda. Hanya dalam tempo krg lebih satu minggu, berkat kinerja hebat penyidik yg ultra profesional, prosesnya berjalan kilat. Kamis lalu kami diberitahu ada laporan, jum’at siang tim penyidik meminta keterangan kemenpora, jum’at malam terbit surat panggilan utk hari senin krn sabtu-ahad hari libur. Kemudian Senin siang, kebetulan sy berhalangan hadir, tim penyidik melalui pesan Wasap menyampaikan bahwa proses penyelidikan sudah hampir final dan siap naik status ke psnyidikan dg atau tidak dg kehadiran kami. Luar biasa. Salut utk tim Polda.

Sahabat, sedari awal kami sadar betul bahwa perjuangan ini tak akan mudah. Yg kami hadapi bukan sembarang kekuatan biasa. Mereka bs melalukan segala cara. Dan kami mungkin akan dikalahkan dg mudah. Tapi yg pasti kami tak akan pernah menyerah. KAMI TAK AKAN MENYERAH. Karna buat kami kebenaran tak bisa dikompromikan. Nurani kami tak bisa dibungkam.

Hari ini, kami kembali diperiksa. Mohon doanya

Ahmad Fanani