Din Syamsuddin pada Pertemuan Russia-Dunia Islam di Dagestan

116

TELEGRAM – Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin mengatakan bahwa kolaborasi Russia-Dunia Islam dapat menjadi alternatif thd penyelesaian masalah peradaban dewasa ini. Hal tersebut dialaskan pada kenyataan bahwa kedua pihak memiliki potensi besar baik Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alam, yang jika dipadukan akan menjadi kekuatan efektif dunia.

Hal itu dikatakan Din pada Pertemuan Tahunan Ke-4 Grup Visi Strategis Russia-Dunia Islam yg berlangsung di Makchkala, Republik Dagestan, Federasi Russia. Pertemuan dihadiri sekitar 40 tokoh dari 22 negara Muslim dan dari Federasi Russia. Pada pembukaan hadir Mr. Rustam Minikhanov, Presiden Republik Tatarstan yg juga sbg Ketua Grup, Mr. Vladimir Vasiliev, Presiden Republik Dagestan, dan Sekjen Grup Ambassador Veniamin Popov.

Din Syamsuddin yang sudah menjadi anggota Grup Visi Strategis tsb sejak 2007 lebih lanjut menegaskan bahwa berbagai krisis yang melanda dunia dewasa ini, sejak krisis pangan, krisis energi, krisis lingkungan, yang sejatinya merupakan krisis moral, memerlukan solusi yg tepat dan kolaborasi antar agama dan bangsa.

Oleh karena itu, menurut Din, kolaborasi Russia-Dunia Islam perlu mengambil bentuk kerja sama nyata dlm berbagai bidang peradaban, baik ekonomi dan perdagangan, pendidikan dan budaya, maupun politik dan militer. Kerja sama itu sudah dimulai baik secara multilateral maupun bilateral antara Russia dan salah satu negara Islam.

Namun, adalah sangat mendesak untuk ditingkatkan terutama dgn pergeseran geopolitik dan geoekonomi dunia dari Atlantik ke Pasifik dgn munculnya Kawasan Asia Timur. Secara khusus kolaborasi Russia-Dunia Islam perlu mengantisipasi kemunculan China dgn ambisi Belt and Road Iniative-nya. Ambisi tsb perlu direspons positif dan menghalanginya agar tidak menjadi kekuatan hegemonik baru di dunia.

Dalam kaitan ini, hubungan Russia-Dunia Islam perlu berlanjut pada kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan meningkatkan investasi masing-masing, dan dalam bidang pendidikan tinggi terutama dgn saling tukar menukar mahasiswa dan dosen, serta kerja sama dalam bidang pengkajian dan penelitian.

Pertemuan Grup Visi Strategis Russia-Dunia Islam berlangsung setiap tahun dgn tempat berpindah-pindah. Sebelumnya bbrp kali di Moskow, kemudian di Kazan, Grozny City, dan skrng di Ibu Kotq Dagestan, Makchkala. Pada kesempatan pertemuan di Makchkala, Din Syamsuddin, yang juga Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Sumbawa, juga menawarkan beasiswa bagi anak-anak Muslim Russia untuk belajar ke Sumbawa (sebelumnya sudah ada empat santri dari Russia di antara 46 santri dari berbagai negara).[***]