Permohonan Maaf Terbuka ASPEK Indonesia Terkait Kebohongan Ratna Sarumpaet

292

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat luas terkait dengan siaran pers yang telah dibuat oleh ASPEK Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2018 yang berjudul “Kasus Penganiayaan Terhadap Ratna Sarumpaet Jangan Berakhir Seperti Kasus Novel Baswedan”. Permohonan maaf terbuka disampaikan oleh Mirah Sumirat, SE dan Sabda Pranawa Djati, SH, masing-masing selaku Presiden dan Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia melalui siaran pers tertulis siang ini. Mirah dan Sabda menegaskan bahwa ASPEK Indonesia seperti juga masyarakat Indonesia lainnya, sesungguhnya adalah korban dari kebohongan yang diciptakan oleh Ratna Sarumpaet.

“Sebagai sesama perempuan, dan juga saya sebagai Presiden Women Committee UNI APRO Asia Pasifik, pada saat mendengar informasi ‘pengakuan penyiksaan’ yang dituturkan langsung oleh Ratna Sarumpaet ke berbagai pihak, tentunya kami sangat prihatin dan langsung menunjukkan empati dan kepedulian dengan meminta pihak kepolisian untuk dapat segera menangkap pelaku penganiayaan tersebut. Harapan ASPEK Indonesia, tidak ada lagi kasus seperti yang dialami Novel Baswedan, yang hingga kini belum terungkap pelakunya. Kami baru mengetahui bahwa Ratna Sarumpaet ternyata berbohong, pada esok harinya, saat Ratna Sarumpaet menggelar konferensi pers. Kami marah dan kecewa karena ternyata Ratna Sarumpaet telah membangun cerita bohong, yang membuat gaduh dan merugikan banyak pihak” ucap Mirah Sumirat.

“Jujur kami sangat kaget, dan kekagetan kami ini pasti juga dialami oleh masyarakat luas, saat esok harinya ( tanggal 3 Oktober 2018, sore hari ) ada pengakuan berbohong yang disampaikan sendiri oleh Ratna Sarumpaet. Karenanya ASPEK Indonesia berkepentingan menyampaikan siaran pers khusus untuk permohonan maaf kepada masyarakat ini.” lanjut Mirah.

Sabda Pranawa Djati, SH, selaku Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia yang namanya juga tertulis dalam siaran pers ASPEK Indonesia tanggal 2 Oktober 2018 yang lalu, menegaskan “Dukungan kepada Ratna Sarumpaet saat itu, murni karena empati dan kepedulian atas nama kemanusiaan. Sehingga ketika empati kami ternyata dikhianati, maka kami merasa perlu untuk menarik kembali dukungan kami tersebut serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat karena telah turut bereaksi berdasarkan informasi yang bersumber dari kebohongan.”

Mirah dan Sabda juga mendukung pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk memproses secara hukum tindakan tidak terpuji yang telah dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

Jakarta, 4 Oktober 2018
DPP ASPEK Indonesia

Mirah Sumirat, SE
Presiden