Berdayakan Ekonomi Peternak Lokal, JAPFA Gandeng Bank dan Perusahaan Pendamping

350
Safuan Kasno Soewondo, Head of Cattle Fattening PT Santosa Agrindo - Santori (kiri) dan Yan Komal, Kepala KCU BCA Wisma Millenia Jakarta menandatangani kesepakatan kerjasama untuk pemberdayaan ekonomi peternak sapi di Probolinggo, Jawa timur melalui fasilitas KUR, Jumat (14/9).

PROBOLINGGO, TELEGRAM – Di tengah upaya pemerintah meningkatkan populasi dan produksi ternak sapi dalam negeri, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak perusahaannya PT Santosa Agrindo (Santori) menggandeng sejumlah pihak untuk memberdayakan ekonomi peternak lokal di Probolinggo, Jawa Timur. Kerjasama ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Santori dengan Bank BCA dan BPR Karya Persada Sejahtera pada hari ini di Probolinggo, Jawa Timur.

Selain itu, Santori juga mengukuhkan kerjasama dengan PT Digdaya Persada Makmur yang akan bertindak selaku pendamping dan penyedia lahan bagi para peternak. Bank BCA akan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai total Rp 30 miliar kepada peternak melalui BPR yang merupakan mitra Santori.

Melalui kerjasama ini, peternak dapat mengakses pendanaan dari bank untuk membeli sapi muda (pedet) dari Santori. Setelah perawatan selama lebih kurang 18 bulan, peternak dapat menjual kembali sapi yang sudah dewasa kepada Santori. Peternak yang tidak memiliki lahan untuk memelihara sapi dapat menggunakan lahan dan kandang PT Digdaya Persada Makmur. Peternak juga akan mendapat pendampingan untuk menghasilkan ternak yang tumbuh sehat sehingga harga jualnya juga menjadi lebih tinggi. Untuk membantu program ini, PT Digdaya Persada Makmur menyediakan lahan seluas 100 hektar.

“Pilar keunggulan JAPFA antara lain adalah kemitraan yang saling menguntungkan serta program yang berkelanjutan sesuai dengan nilai perusahaan untuk berkembang menuju kesejahteraan bersama. Kolaborasi antara JAPFA melalui anak perusahaannya Santori dengan Bank BCA dan PT Digdaya Persada Makmur ini merupakan langkah konkrit untuk mencapai tujuan tersebut, sekaligus juga mendukung program Kementrian Pertanian terkait peternak sapi,” kata Safuan Kasno Soewondo, Head of Cattle Fattening PT Santosa Agrindo.

Kementrian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, sejak 3 Oktober 2016 telah mencanangkan program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting) yang diharapkan mampu mempercepat peningkatan populasi ternak ruminansia besar, baik sapi perah, sapi potong, maupun kerbau.

Safuan menambahkan, melalui kerjasama ini peternak hanya perlu merawat sapi, sementara kebutuhan pangan dan pemeliharaan lainnya dapat menggunakan dana dari KUR. Peternak yang tidak memiliki lahan dapat memelihara ternaknya di lahan dan kandang yang disediakan oleh PT Digdaya Persada Makmur. Peternak dapat membeli sapi muda (pedet) dari Santori melalui sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 7% per tahun, dan menjualnya kembali kepada Santori saat sapi sudah siap produksi.

“Dengan kemitraan ini, peternak akan terlindung dari resiko sapi mati yang tak terduga karena di dalam sistem kredit juga terdapat komponen asuransi. Permasalahan klasik peternak, yaitu kesulitan menjual ternaknya, juga tidak akan terjadi karena Santori akan membeli kembali sapi-sapi tersebut dari peternak,” papar Safuan.

Dengan program kemitraan ini peternak akan berpotensi mendapat penghasilan rata-rata Rp 2 juta per bulan bila mengambil KUR program senilai Rp 200 juta, atau tambahan penghasilan rata-rata Rp 500 ribu per bulan untuk KUR mikro senilai Rp 25 juta.

Tentang JAPFA

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan ayam, pembibitan dan penggemukan sapi, budidaya perairan, serta produksi vaksin hewan. Diiringi dengan program-program CSR yang berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, JAPFA terus mendukung pengembangan kualitas hidup, sesuai dengan visi perusahaan “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama”.