Jepang Butuhkan Indonesia Sebagai Penyedia Tenaga Kerja Berkualitas

372

BEKASI, TELEGRAM – Kebutuhan tenaga kerja di Jepang semakin meningkat, hal tersebut karena sumber daya manusia negeri Matahari Terbit dari kalangan muda mengalami penurunan yang signifikan, sementara jumlah kalangan usia lanjut yang butuh perawatan khusus terus bertambah.

Presiden Direktur PT OS Selnajaya Indonesia, perusahaan Jepang yang menangani pemagangan tenaga kerja untuk dikirim ke Jepang, menyampaikan harapannya akan kebutuhan Jepang terhadap SDM tenaga kerja dari Indonesia.

“Jepang memasuki masa manula sehingga mengalami kekurangan SDM, itulah dibutuhkan SDM dari Indonesia, kami tidak hanya memberikan pelatihan kerja tapi juga cara hidup di Jepang. Dengan memanfaatkan pemagangan ini maka akan meningkatkan pemahaman terhadap pelayanan manula juga berkontribusi pada daerah” jelasnya saat acara peresmian pusat training PT OS Selnajaya di Bekasi, Senin (10/9).

Pihaknya juga mengaku kagum dengan anak muda Indonesia yang dinilainya mampu belajar bahasa Jepang dengan cepat.

“Alumni pemagangan dapat belajar bahasa Jepang dengan cepat, ini membuat saya kagum. Pusat pelatihan ini kapasitasnya 300 orang tapi akan ditingkatkan hingga mampu memberangkatakan 1000 per tahun dengan menjalin kerjasama bersama pemerintah daerah dan kampus-kampus” tuturnya.

Sementara itu Abdul Wahab Bangkona yang juga merupakan advisor (penasehat) PT OS Selnajaya Indonesia mendorong agar di sekolah-sekolah Bahasa Jepang diajarkan sejak dini sehingga setelah tamat mereka yang berminat lebih siap diberangkatkan ke Jepang.

“Sebaiknya di sekolah-sekolah Bahasa Jepang sudah diajarkan, harapannya setelah mereka selesai akan lahir SDM yang lebih layak bekerja di Jepang” ungkapnya.

Sementara menurut Bahtiar Bendahara Umum PERMUNAS, kerjasama Indonesia dan jepang dalam bidang SDM salah satu solusi bagi bangsa.

“Kita yang saat ini memiliki penduduk produktif cukup tinggi agar terserap pasar tenaga kerja unggul, ini juga menjadi sarana mencetak anak-anak kita agar lebih kompetitif di level global, karena kegiatan training ini sekaligus magang kerja yang dapat meningkatkan profesionalitas anak muda muslim era milenial” ucapnya.

Apresiasi terhadap pengiriman SDM tenaga kerja berkualitas juga datang dari Ketua Umum Perhimpunan Pengusaha Muda Muslim Nasional (PERMUNAS), Mulyadi Siregar. Dirinya memandang pengiriman TKI ke Jepang mampu meningkatkan devisa dan mengurangi pengangguran.

“Saya rasa kalau pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Jepang memiliki dampak positif bagi Indonesia, hal ini dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan devisa, maka harus disupport oleh pemerintah” imbuhnya.[ham]