Pembangunan ITF Sunter Agar Benar-benar Dapat Diwujudkan

740

JAKARTA, TELEGRAM – Mingu 20 Mei 2018 jam 07.30, Pemprov DKI Jakarta memulai pencanangan (site opening) pembangunan fasilitas pengolahan sampah dalam kota, Intermediate Treatment Facility (ITF) di lokasi bekas penampungan sampah (stasiun peralihan antara) Sunter Jakarta Utara.

Seperti diketahui Pemprov DKI Jakarta telah memilih PT. Fortum Finlandia, sebagai pihak investor pemenang tender untuk membangun ITF Sunter. PT. Fortum dipercaya mengolah sampah Jakarta selama 25 tahun dengan imbalan berupa tipping fee sebesar Rp. 500 ribu per ton sampah.

ITF Sunter yang akan dibangun Pemprov DKI Jakarta adalah fasilitas pengolahan sampah modern dengan menggunakan energi panas bertempratur tinggi (Incinerator) untuk memusnahkan sampah yang direncanakan berkapasitas 2.200 ton per hari, yang mana energi panas dari proses pembakaran sampah tersebut rencananya akan dimanfaatkan menjadi listrik atau pembangkit listrik berbasis sampah (PLTSa) menghasilkan hingga 40 megawatt (MW).

Menanggapi pencanangan pembangunan ITF Sunter, Anggota Komite yang juga Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto mengatakan terpenting adalah pelibatan masyarakat dalam setiap proses tahapan perizinan pembangunan sampai dengan pengoperasian ITF Sunter. Proses pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal harus transparan disampaikan secara terbuka kepada publik dan masyarakat potensi terdampak, seperti menyangkut kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan jiwa. serta tidak boleh ada yang ditutup-tutupi.

“Proses pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal harus transparan disampaikan secara terbuka kepada publik. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi”, ujar SGY, sapaan akrab Sugiyanto.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad yang juga anggota komite, menambahkan pembangunan ITF Sunter yang direncanakan Pemprov DKI Jakarta harus benar-benar dapat diwujudkan. Pembangunan ini merupakan bentuk tanggung jawab terhadap penyelesaian persoalan sampah. Menurutnya, PT. Fortum sebagai investor agar tidak main-main dalam membangun dan mengoperasikan ITF Sunter, sebab jika gagal pembangunan ITF Sunter ini akan berimplikasi buruk pada pembangunan ITF yang direncanakan di tempat lain dan publik akan kehilangan kepercayaan.

“ITF Sunter harus benar-benar dapat diwujudkan. PT. Fortum sebagai investor agar tidak main-main, sebab jika ITF sunter gagal akan berimplikasi buruk pada pembangunan ITF yang direncanakan di temat lain dan publik akan kehilangan kepercayaan”, pungkas Syaiful.

Sementara Ketua Komite Pemantau Pembangunan ITF Ubaidillah menyampaikan fasilitas pengolahan sampah dalam kota atau ITF memang sudah harus ada sejak dulu, mengingat daya dukung lingkungan dan daya tampung TPA Bantargebang sudah kronis. Karenanya sampah harus dimusnahkan dan dimanfaatkan menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.

“ITF sudah harus ada sejak dulu, mengingat daya dukung lingkungan dan daya tampung TPA Bantargebang sudah kronis. Karena itu sampah harus dimusnahkan dan dimanfaatkan menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan”, tutup Ubaidillah.[ham]