Pujian Yang Tercela

938

Assalaamu’alaikum w.w.

Seseorang dapat memuji orang lain atas karunia (kesuksesan) yang ia peroleh. Namun, akan menjadi masalah, apabila memuji secara berlebihan, maka yang memuji adalah orang tercela, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Musa Ra., ia berkata :
“Rasulullah Saw. mendengar seseorang lelaki memuji temannya secara berlebihan. Rasulullah Saw. berkata :
“Engkau telah membinasakannya atau engkau telah memutus punggung orang ini.” (HR. Bukhari III/158 & Muslim IV/2297).

Bagaimana dengan pujian itu memang dimiliki pada seseorang ? Tetap dilarang memuji seseorang secara berlebihan, walaupun yang dipujikan itu dimiliki pada diri orang itu. Bagaimana kalau memuji tidak dimiliki pada orang itu ? Yang dimiliki (pujian) saja dilarang, apalagi pujian itu tidak dimiliki pada seseseorang dan ini tidak dibolehkan. Kenapa dilarang ? Karena, dikhawatirkan orang dipuji terkena penyakit ujub, karena ia mengira dirinya memiliki kedudukan tersebut. Seandainya seseorang itu dipuji keshalehannya, bisa jadi ia banyak meninggalkan amalnya dan tidak menambah kebaikannya, karena bersandar kepada pujian yang diberikan kepadanya.

Malahan di zaman Rasulullah Saw, apabila ada seseorang memuji secara berlebihan, maka mukanya dilempar dengan pasir, sebagai mana diriwayatkan dari Al Miqdad : “Rasulullah Saw. memerintahkan kami untuk melempar tanah pada wajah orang-orang suka memuji.” (HR. Muslim IV/2297).

Mudah-mudahan bermanfaat, referensi dari berbagai sumber, mohon dikritisi dan silakan share !

Wassalam.
Lembaga Surau.