ILC, 212 dan Negara Pancasila

132

Oleh : Prihandoyo Kuswanto
Ketua Rumah Panca Sila

Perdebadan soal reuni 212 yang sudah digelar Di Monas meruntuhkan pendapat banyak pihak terutama pejabat yang justru dengan zuudho dan dengan mudah memberi stemen yang mencurigai reuni 212 sebagai perhelatan politik .

Perdebadan itu akhirnya bermuara di acara ILC yang disiarkan TV One sudah banyak yang bicara dari berbagai sisi sangat mencerahkan dan memberi jawab tentang apa maksud reuni 212 .
Perdebadan itu akhir nya bermuara pada negara yang berdasarkan Panca Sila banyak yang ngomong soal Panca Sila termasuk Prof Machfud MD .yang menjadi pertanyaan selanjut nya apakah negara ini masih berdasarkan Panca Sila ?justru hal ini lebih penting diperdebad kan dari pada semua perdebadan yang ada di ILC .
Kita bisa uji apakah UUD hasil amandemen itu masih berdasarkan Panca Sila ?kalau UUD hasil amandemen sudah tidak berdasar Panca Sila bisa kita buktikan bahwa sistem negara berdasar Panca Sila menurut BPUPKI ,PPKI ,adalah sistem sendiri sistem MPR ,di MPR inilah seluruh elemen bangsa duduk mewakili golongan nya oleh sebab itu keanggotaan MPR disebut utusan golongan sebab sistem MPR adalah keterwakilan bukan keterpilihan yang dihasilkan dengan sistem kalah menang banyak -banyakan suara ,kuat-kuatan ,kaya kayahan yang menang menjadi mayoritas yang kalah minoritas hal demikian bertentangan dengan Panca Sila dan Bhineeka tunggal ika .

Jika negara ini sistem nya berdasarkan Panca Sila maka tidak mungkin ada 212 dan juga tudak mungkin ada ILC mengapa sebab anggota dari 212 terwakili di MPR sebagai utusan golongan dan ikut merumuskan politik rakyat yang disebut GBHN ,dan juga ikut memilih presiden secara musyawarah mufakat.oleh sebab itu Presiden bukan petugas partai tetapi mandataris MPR.

Yang terjadi sekarang banyak yang ngomong Panca Sila termasuk wakil dari NU tetapi tidak mengetahui sejak amandemen UUD 1945 negara ini sudah tidak berdasar Panca Sila ,dan hal ini bisa kita uji apakah sistem negara ini masih berdasarkan Panca Sila ? bisa juga kita uji dengan Panca Sila pasal -pasal pada UUD hasil amandemen dan UU turunan nya .

Negara berdasar Panca Sila itu bukan Individu tetapi kolektivisme ,kebersamaan gotong royong ,tolong menolong hal ini diucapkan bung Karno didalam sidang BPUPKI ,PPKI dalam rangka menyusun UUD 1945 ,

Yang nama nya Bhineeka Tunggal ika itu sistem nya keterwakilan ,bukan keterpilihan kalah menang banyak -banyakan suara ,kuat -kuatan ,kaya -kayaan .mangka nya keanggotaan nya diistilahkan utusan golongan .sebab memang mewakili golongan nya masing-masing setiap elemen bangsa tujuan nya untuk musyawarah “onok rembuk yo dirembuk ”

Sejak amandemen UUD 1945 Bhineeka Tunggal Ika ditafsir intoleran yang berbeda dianggap tidak Bhineeka tunggal ika padahal Bhineeka tunggal ika itu oleh pendiri bangsa diaplikasikan didalam sistem MPR ,mangka nya di dalam negara berdasar Panca Sila tidak mengnal oposisi ,sebab seluruh rakyat terwakili dan menyuarakan keinginan golongan nya ,politik rakyat itu kemudian di kemas dengan wadah GBHN .

Setelah GBHN tersusun kemudian dipilih Presiden untuk menjalankan GBHN ,oleh sebab itu Presiden adalah mandataris MPR ,Itulah yang disebut kedaulatan rakyat

Didalam.negara bedasarkan Panca Sila ,Presiden tidak boleh menjalankan politik nya sendiri atau kelompok nya seperti sekarang ini presiden petugas partai hal demikian tidak di kenal dalam sistem negara berdasar Psnca Sila.

Hari ini banyak orang mendongeng kebhineekaan ,mendongeng Panca Sila tetapi ya hanya dongeng padahal Panca Sila itu sudah sangat jelas tafsir nya di batang tubuh UUD 1945 asli yang belum diamandemen ,batang tubuh UUD 1945 itulah sesungguh nya Ideologi Panca Sila mengapa ?’sebab Ideologi itu adalah kristalisasi pemikiran negara berdasarkan Panca Sila di batang tubuh UUD 1945 asli itulah diuraikan dalam pasal -pasal tentang negara berdasarkan Panca Sila ,sekarang di amandemen arti nya yang diamandemen itu ideologi Panca Sila ,banyak yang ngak sadar kalau negara ini sudah tidak berdasar Panca Sila .mangka nya muncul istilah aneh “Saya Panca Sila ” Panca Sila itu bukan Individualis justru Panca Sila itu anti tesis Individualis ,Liberalis dan Kapitalis .

Bung Karno dalam pidato di BPUPKI Rapat besar pada tanggal 15-7-2605 dibuka Jam 10.20 mengatakan (cuplikan) ” Maka oleh karena itu jikalau kita betul-betul hendak mendasarkan negara kita kepada faham kekeluargaan ,faham tolong menolong ,faham gotong royong ,faham keadilan sosial ,enyakanlah tiap-tiap pikiran,tiap-tiap faham Individualisme,dan Liberalisme dari pada nya. ”

Jadi mengapa pendiri negeri ini anti terhadap Individualisme ,Liberalisme ,Kapitalisme sebab semua itu sumber dari Kolonialisme Imperalisme ,yang menjadi perjuangan untuk melawan nya dengan mengorbankan harta darah nyawa sekalipun ,maka kita harus menggugat terhadap amandemen yang justru bertentangan dengan dasar negara Panca Sila ,akibat nya kolonialisme imperalisme di beri karpet merah di negeri ini .

Tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan negara bangsa ini kecuali kembali ke Panca Sila dan UUD 1945 proklamasi 18 Agustus 1945.