Oleh: Habil Marati

Orang orang mulai berani memproklamirkan diri sebagai atheis, sebagai anti Agama, pembelaan terhadap penyimpangan seksual atas nama kebebasan dan pluralisme. Idiologi kebebasan dan pluralisme  telah mengarah kepada pengingkaran serta pembangkangan terhadap eksistensi Allah. Terlalu banyak Allah menjelaskan dalam Alquran tentang perjalanan manusia ini serta komitmen manusia untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini dengan syarat: jangan melakukan pertumpahan darah, jangan melampaui batas serta bertebaran lah dimuka bumi ini untuk mencari karuniaNYA, serta Allah pun menciptakan jalan jalan di langit untuk kepentingan manusia. Akan tetapi pada hari ini manusia  melupakan hal ini, mulai nyata pembangkangan terhadap eksistensinya  asal dirinya serta pembangkangan terhadap eksistensi akhir dirinya.

Apa yang terjadi di atas adalah Bukan sebuah fenomena maupun trend, tapi penampakan kerusakan akhlak, kerusakan moral manusia. Yang paling mengkhawatirkan adalah orang orang seperti di atas tiba tiba di serahi tugas untuk memimpin manusia seperti di Indonesia misalnya menjadi pejabat paling penting dan strategis,  tentu akan memberikan efek sangat buruk terhadap orang orang beriman khususnya Aqidah generasi muda Islam mungkin juga generasi muda Agama lain, tetapi memberikan keuntungan sangat besar kepada Atheis, Pluralisme, pada golangan anti Tuhan dan golongan penyimpangan Seksual.  Orang orang seperti ini, sangat membahayakan orang orang beriman, sebab Tuhan saja mereka dustakan, Alquran saja sebagai firman Allah SWT mereka sembunyikan kebenarannya. Kalau Alquran saja mereka tidak jalankan dengan benar, apalagi mau menjalankan UUD dan Pancasila dengan benar, Tuhan saja mereka kibuli kok.

Demikian juga, mereka menjadikan Agama hanya sebagai media dalam meraih dukungan Umat Islam secara politik pada hal sesungguhnya mereka ini penuh kepalsuan.

Membiarkan Atheis, LGBT, dan pluralisme, ini adalah bentuk bentuk bentuk pembangkangan terhadap Alquran, juga merupakan pembangkangan terhadap Pancasila.

Bagi pribadi pribadi yang pernah menjadi korban pembakangan  dari suatu kebijakan kekuasaan dari seorang pemimpin yang ngaku beriman kerusakannya tidak parah dan tidak masal. Tapi ketika menyangkut kebijakan publik tentu kerusakannya sangat parah  karena sifatnya sistimatis, terstruktur dan massive. Atheis, pluralisme, anti Agama, Penyimpangan seksual adalah contoh contoh hasil dari kasus kasus Pembakangan manusia, tapi dibiarkan oleh kekuasaan atas nama HAM, atas nama Kebebasan, atas nama tolerans dan atas nama pluralisme. Tapi ketika ada Ulama, Ustat, Kiay dan Habaib teriak teriak menolak Atheis, komunisme, pluaralisme dan LGBT di cap sebagai kaun intoleran, dan kaum anti pluralisme. Justru membiarkan manusia dalam kebebasan tanpa moral Agama, Atheis, LGBT dan pluralisme adalah pelanggaran HAM berat, sebab membiarkan manusia menganiaya dirinya sendiri serta membangkang terhadap kodratnya sebagai mahluk Allah.

Tapi anehnya para Atheis ini, para pluralisme ini, para LGBT ini dan para kebebasan ini serta para anti Agama ini ketika mati mereka dikafani, di sholat kan, di Yasinkan, di kuburkan dan di azankan. Kekuasaan membiarkan mereka seperti ini ketika masih hidup bukan kah ini Pelanggaran HAM sebab sudah pasti mereka di kategorikan Pembangkang Allah. Demikian juga terhadap para pejabat yang ketika berkuasa membiarkan para pembangkang ini bahkan mendukung serta menfasilitasi para Pembangkang terhadap Allah ini atas nama kebebasan dan Ham dan pluralisme ketika meninggal pun dikafani, disholatkan, di Yasinkan, di masukan dalam liang  lahat dan di azankan pada hal semasa Dia berkuasa juga membangkang terhadap Agama yang diridhoi Allah, bahkan cenderung menganiaya kaum beriman.

Apakah orang orang Pembangkang ini yang lebih perduli mengatas nama kan demi kebebasan, pluralisme dan HAM dari pada mengatasnamakan ajaran Allah dalam kitab suciNYA?. Apakah orang Atheis ini, orang orang anti Agama ini, orang orang pluralisme ini serta LGBT serta para pendukung ya, pernah kah berpikir bahwa mereka hanya berasal dari setetes air mani? Lalu Mengapa sekarang jadi Pembangkang?.[***]