TELEGRAM – Apa yang terjadi di Myanmar saat ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang menyedihkan. Terjadi pelanggaran HAM berat yang mengarah pada genosida etnis tertentu.

Krisis dan tragedi di Myanmar ini adalah ujian bagi para tokoh dan negara-negara yang gemar berceramah tentang Hak Asasi Manusia, kesetaraan dan persaudaraan manusia. Ini juga ujian tentang kegunaan dari persatuan ASEAN bagi perlindungan manusia-manusia yang ada di dalamnya

Ini bentuk nyata dan sempurna radikalisme yang dipraktikkan oleh negara. Jika hal ini dibiarkan terus maka secara khusus jelas akan mengganggu stabilitas kawasan ASEAN.

Atas dasar tersebut, kami mendorong pemerintah RI untuk mengusulkan pertemuan di internal ASEAN khusus merespons tragedi Rohingya ini.
Perlu ada tindakan nyata dari negara-negara ASEAN atas peristiwa yang terjadi menimpa suku Rohingya. Karena salah satu tujuan berdirinya ASEAN yakni memelihara perdamaian dan stabilitas regional di kawasan ASEAN. Peristiwa yang menimpa Rohingya jelas telah merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan ASEAN.

Bila memang Myanmar terbukti tidak lagi menerapkan prinsip universal dan keluar dari spirit ASEAN, maka Myanmar harus dikeluarkan dari ASEAN. Upaya ini memberi pesan penting bagi dunia internasional bahwa negara-negara di kawasan ASEAN menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Indonesia perlu terus meningkatkan upaya memberikan bantuan obat-obatan dan makanan. Indonesia penting untuk mendorong gagasan tentang pendirian sebuah institusi atau mekanisme pendanaan global untuk pengungsi Rohingnya. Bersamaan dengan itu harus ada upaya menyelesaikan akar dari krisis Rohingya ini, yaitu ekslusi dan diskriminasi terhadap orang-orang Rohingya di Myanmar.

Arwani Thomafi
Anggota Komisi I DPR/ Ketua Fraksi PPP MPR RI

Disampaikan dalam “Halaqoh Ulama” di Pesantren Alhamidiyyah Lasem Rembang Jateng Sabtu, 2 September 2017.

Terima kasih.