Jakarta, Telegram – Kuasa Hukum PT First Anugerah Karya Wisata (FirstTravel), Eggy Sudjana membantah bahwa kliennya, Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, juga direktur di perusahaan itu telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap puluhan ribu calon jemaah umroh seperti yang disangkakan oleh pihak kepolisian.

Sebab sejak 18 Juli 2017 lalu, kliennya sudah sekapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Agama bahwa mereka akan memenuhi semua kewajibannya.

“Saya ingin mengonfirmasi dulu alasan klien saya ditahan. Kalau sudah kesepakatan, maka itu menjadi undang-undang (UU). Nah, UU harus ditaati. Apa isi UU-nya? Ada tiga hal penting,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Mimpi dan Realitas First Travel” di Bilangan Cikini Jakarta Pusat Sabtu (12/8).

Dijelaskannya, dalam kesepakatan itu, kliennya diwajibkan untuk memenuhi semua janji mereka dalam 30 sampai 90 hari kerja yang dikurangi hari libur. Perkiraan dia, batas akhir waktunya sekitar pada bulan November. Karena itu, hal yang aneh jika kliennya langsung dituduh telah melakukan penipuan.

“Dalam SK itu diberi kesempatan klien saya menyanggah dalam waktu dua pekan. Artinya, belum ada kepastian dong kalau masih boleh menyanggah. Sampai saya ke Kemenag kemarin, dalam sanggahan saya bahwa tidak tepat (penangkapan),” jelasnya.

Dia tak setuju jika puluhan ribu jemaah umroh yang belum diberangkatkan itu merupakan korban penipuan kliennya. Sebab kembali ditegaskannya bahwa kliennya memang tidak melakukan penipuan. Apa yang dilakukan hanyalah one prestasi, namun tidak sedikitpun ada niatan buruk.

One prestasi menurutnya sudah jelas-jelas terbukti, dimana sejak tujuh tahun berdiri, mereka sudah memberangkatkan 50 ribu jemaah. Baru kali ini kliennya menunda keberangkatan jemaah.

“Tidak ada penipu. Apa yang ditipu?” tekan Eggy.[ham/rmol]