Jakarta, Telegram – Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) kembali mempersoalkan Putusan Mahkamah Agung (MA) yang merubah hukuman Abdullah alias Dullah dari hukuman mati menjadi 20 tahun penjara. Dullah salah satu anggota mafia narkoba 78 kg sabu jaringan Malaysia.

“Oknum Hakim Agung MA yang merubah vonis mati menjadi hukuman 20 tahun itu harus segera diperiksa dan dipertanyakan dasar pertimbangan hukumnya dalam merubah vonis mati langsung menjadi 20 tahun” kata Sekretaris Jenderal GPAN, Jimmy Irwin Rimba kepada redaksi, Senin (1/8) di Jakarta

Menurut Jimmy, vonis MA yang merubah vonis mati terhadap tepidana mati narkoba 78kg sabu ini melemahkan negara. “Saya rasa ini oknum MA yang harus diperiksa” tegasnya.

Dan untuk diketahui, para gembong narkoba masih saja dapat menjalan praktik pengedaran narkoba dari dalam LP.

“Kacaulah negara ini apabila harus kalah dengan kejahatan, Presiden dan lembaga BNN serta bersama masyarakat menyatakan perang melawan narkoba namun tiba-tiba ada oknum MA yang seenaknya merubah  hukuman mati bagi Bandar, putusan tersebut melukai semangat perjuangan melawan narkoba” jelas Jimmy

Jimmy berharap MA yang punya dewan etik atau Komisi Yudisial turun tangan memeriksa oknum hakim MA yang memutus dan merubah vonis mati menjadi hukuman 20 tahun

“KY dan Dewan Etik MA harus meminta pertangungjwbannya kalau tidak masyarakat yang datang bertanya ke MA” kata Jimmy.[ham]