Bank Tani?

883

Telegram – Ide pendirian atau pengembangan Bank tani atau bank pertanian adalah salah satu yang ditonjolkan dalam nawacita. Ide tersebut bahkan sempat digodok serius dalam pokja rumah transisi Jokowi-JK, serta dicoba dielaborasi dalam RPJMN. Ide kemudian memang “mengerut” menjadi layanan bank yang fokus kepada petani dan pertanian, artinya tidak harus pendirian bank baru atau mengubah bank yang operasional menjadi khusus itu. Secara spesifik lagi, wacana utama adalah bagaimana agar petani kecil memiliki akses kredit atau pembiayaan (dari bank) yang mudah dan murah.

Ide tersebut tentu didasari oleh fakta bahwa sebelumnya tentang layanan yang amat minimal bagi petani (dan nelayan) kecil. Pihak perbankan beralasan tentang risiko yang amat tinggi dan petani yang unbankable. Setelah lebih dari dua tahun pemerintahan berjalan, memang ada penyaluran KUR yang masif, ada kredit program terkait pertanian yang masih dilanjutkan, serta berbagai lauching program teknis K/L untuk mendorongnya. Namun, hasilnya sangat tidak menggembirakan. Porsi kredit UMKM untuk sektor pertanian hanya sekiar 8% atau sekitar Rp 70,71 triliun pada akhir tahun 2016.

Selasa, 07 Maret 2017

Awalil Rizky, Ketua Dewan Pembina Barisan Nusantara

[parman]