KANTO BARITO: Sepenggal Cerita dari Seribu Sungai di Tanah Banua

946

JAKARTA, TELEGRAM – Barito adalah salah satu dari sekian banyak sungai terbesar di Indonesia yang memiliki panjang 999km dengan lebar 650-1000m. Sungai Barito tidak hanya menjadi ikon dari Kalimantan Selatan (South-Borneo), tetapi juga berperan menjadi urat nadi kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Berbagai aspek dalam ke hidupan masyarakat seperti kebudayaan, ekonomi, lingkungan hidup, pendidikan, dan transportasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan sungai Barito dan anak-anak sungainya.

Pembukaan pameran foto KANTO BARITO, Foto; Dokumentasi KMPF UNJ
Pembukaan pameran foto KANTO BARITO, Foto; Dokumentasi KMPF UNJ

Namun pada saat ini terjadi kontradiksi tentang peranan sungai dimasyarakat. Peran sungai yang dijadikan sebagai nadi kehidupan oleh masyarakat justru semakin memudar. Sebagai contoh kasus, pembangunan rumah liar yang berkembang di tengah kota mengakibatkan sungai-sungai yang dulu berfungsi sebagai sarana penghubung makin menyempit bahkan buntu (Soenarto, dkk, 1985:12-13). Kondisi air sungai pun mulai berubah akibat aktivitas rumah tangga dan industri.

Keresahan tersebut membuat sekolompok anaka muda yang tergabung dalam Klub foto tingkat kampus dengan nama Kelompok Mahasiswa Peminat Fotografi (KMPF) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berinisiatif untuk mengeksplorasi keresahan masyarakat melalu foto.

Pada Agustus tahun 2015 KMPF UNJ melaksanakan hunting eksplorasi ke provinsi Kalimantan Selatan. Sebanyak 12 orang yang terdiri dari 5 anggota tim (Zizi, Naufal, Topa, Abi, Aldy) dan 7 peserta (Atika, Adinda, Eka, Ayu, Hana, Gina, Yosi) melakukan eksplorasi di sana. Selama 16 hari (6-22 Agustus 2015) para peserta berusaha mengangkat isu dari seribu anak sungai Barito di daerah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Pembukaan pameran sangat meriah. Foto: Dokumentasi KMPF UNJ
Pembukaan pameran sangat meriah. Foto: Dokumentasi KMPF UNJ

Dengan mengusung tema pameran “Kanto Barito, sepenggal cerita dari Seribu Sungai di Tanah Banua”, Kelompok Mahasiswa Peminat Fotografi Universitas Negeri Jakarta (KMPF UNJ) menyelenggarakan pameran foto sebagai momentum pengapresiasian serta media penyampaian pesan kepada masyarakat tentang pentingnya peranan sungai Barito sebagai sumber kehidupan, sehingga masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian sungai.

Melalui pameran foto itu juga, KMPF UNJ berupaya mengungkap bagaimana masyarakat bantaran sungai Barito Kalimantan Selatan menyikapi permasalahan yang ada di sungai Barito saat ini.

Acara tersebut dibuka oleh Pembantu Rektor III Universitas Negeri Jakarta, Dr. Sofjan Hanif, M.Pd. dan diisi oleh berbagaimacam sambutan dan pertunjukan yang meriah.

Berikut ini jadwal event Pameran yang dilaksanakan oleh para mahasiswa tersebut.
Pameran Foto
KANTO BARITO : Sepenggal Cerita dari Seribu Sungai di Tanah Banua

Konten Event :

  • Pameran foto
    • Tanggal : 31 Oktober – 4 November 2016
    • Tempat : Gedung Sapta Pesona, Jakarta
  • Pembukaan Pameran
    • Tanggal : 31 Oktober 2016
    • Tempat : Gedung Sapta Pesona, Jakarta
  • Seminar “Pentingnya Riset Sebelum Hunting” Oleh Feri Latief
    • Tanggal : 2 November 2016
    • Tempat : Ruang Satelit Gedung Sapta Pesona, Jakarta

Kurator :

  • Feri Latief (Kontributor Nat Geo Indonesia)
  • Muradi Romdani (Fotografer Kontan)

Pameris :

  • Ayu Rahmanitya Khadifa
  • Atika Maharani
  • Adinda Mutia
  • Gina Puspa PS
  • Eka Syaputra
  • Hana Soraya Abdis
  • Yosi Rizal

More Information :

  • Adinda : 087776717062
  • Naufal : 087782078188
  • Facebook : kmpfunj
  • Twitter : kmpfunj
  • Web : kmpfunj.or.id